Selamat Datang di Website STIKES Adila di Kota Bandar Lampung
Wujudkan Desa Siaga, Mahasiswa STIKes Adila Luncurkan Program “GELITIK” di Kec. Way Khilau Kab. Pesawaran

Wujudkan Desa Siaga, Mahasiswa STIKes Adila Luncurkan Program "GELITIK" di Way Khilau

PESAWARAN – STIKes Adila Bandar Lampung secara resmi menerjunkan mahasiswa untuk melaksanakan program Praktik Belajar Lapangan (PBL) di Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran. Acara serah terima mahasiswa berlangsung khidmat di kantor kecamatan setempat, menandai dimulainya kolaborasi antara akademisi dan masyarakat desa.

Dalam program kali ini, mahasiswa STIKes Adila akan memfokuskan pengabdian mereka di dua lokasi, yaitu Desa Kota Jawa dan Desa Gunung Sari.

Inovasi "GELITIK": Gerakan Peduli Kesehatan Ibu dan Anak

Mengangkat tema GELITIK (Gerakan Peduli Kesehatan Ibu dan Anak), program PBL ini bertujuan untuk menekan angka masalah kesehatan pada kelompok rentan. Tema ini dipilih sebagai bentuk dukungan nyata STIKes Adila terhadap program pemerintah dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi di Provinsi Lampung.

Beberapa agenda utama dalam gerakan GELITIK meliputi:

  • Audit Kesehatan Keluarga: Pendataan langsung ke rumah warga untuk memetakan risiko kesehatan.
  • Edukasi Pencegahan Stunting: Sosialisasi mengenai asupan gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita.
  • Optimalisasi Posyandu: Pendampingan kader dalam pemantauan tumbuh kembang anak.
  • Kampanye PHBS: Mengajak warga Desa Kota Jawa dan Gunung Sari untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat.

Sambutan Hangat Pemerintah Kecamatan dan Desa

Kehadiran mahasiswa STIKes Adila disambut positif oleh aparatur kecamatan dan para kepala desa. Pemerintah daerah berharap keberadaan mahasiswa dapat memberikan sentuhan inovasi dalam penyampaian informasi kesehatan kepada warga yang selama ini sulit terjangkau.

"Kami sangat terbuka dengan kehadiran mahasiswa STIKes Adila. Harapannya, program GELITIK ini tidak hanya berlangsung selama mahasiswa di sini, tapi bisa meninggalkan kebiasaan sehat yang berkelanjutan bagi warga kami di Desa Kota Jawa dan Gunung Sari," ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Komitmen STIKes Adila

Perwakilan dosen pembimbing STIKes Adila menyampaikan bahwa PBL bukan sekadar pemenuhan kurikulum, melainkan bentuk pengabdian masyarakat (Tri Dharma Perguruan Tinggi). Mahasiswa diharapkan mampu mentransformasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah menjadi solusi nyata bagi permasalahan kesehatan di lapangan.

Dengan semangat kebersamaan, diharapkan Gerakan GELITIK mampu menciptakan perubahan positif dan meningkatkan kesadaran warga Way Khilau akan pentingnya menjaga kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak sejak dini.