e-journal

E-Journal

HIV/AIDS TERHADAP KONSEKUENSI PERILAKU SEKS BEBAS (STUDY PADA RSUD ABDUL MOELOEK KOTA BANDAR LAMPUNG

admin | Jumat, 05 April 2019 - 10:02:52 WIB | dibaca: 197 pembaca

HIV/AIDS TERHADAP KONSEKUENSI PERILAKU SEKS BEBAS (STUDY PADA RSUD ABDUL MOELOEK KOTA BANDAR LAMPUNG 2013)

 

PUSPITA DEWI

Akademi Kebidanan Adila

 

ABSTRAK

 

Di RSUD Dr. H Abdul Moeloek tahun 2013 terdapat 124 kasus, UNICEF dan Komisi Penanggulangan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) Nasional memperkirakan jumlah anak yang terinfeksi setiap tahun diproyeksikan meningkat dari 1.070 pada tahun 2008 menjadi 1.590 pada tahun 2014. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi objektif di provinsi lampung terhadap peningkatan jumlah kasus Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS). Penulis tertarik untuk meneliti proses prilaku sehingga terjangkitnya HIV/AIDS, dengan harapan ditemukan akar masalah sehingga dapat dijadikan salah satu acuan pemerintah, masyarakat dan tenaga kesehatan untuk menyingkapi fenomena ini.

 

Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan case control. Populasinya adalah pasien yang berkunjung  ke klinik Voluntary Counseling and Testing  (VCT) yang diberi konseling dan menerima hasil test yang berjumlah 2.237 orang dan jumlah sampel 124 terdiri dari 72 kasus dan 72 kontrol. Teknik pengambilan sampel  simple random sampling. Alat ukur dengan melihat pencatatan dan pelaporan rekam medik dengan menggunakan uji chi- Square dan regresi logistik.

 

Hasil univariat menunjukkan karakteristik responden umur >24 tahun 63,9%, jenis kelamin laki-laki 79,2%, pendidikan rendah 68,1%, menikah 83,3%, bekerja 79,2%, melakukan perilaku berganti-ganti pasangan seks 93,2% dan melakukan perilaku bergantian peralatan suntik 51,4%. Hasil bivariat menunjukkan ada hubungan umur (p=0,044), jenis kelamin (p=0,000), pendidikan (p=0,000), status perkawinan (p=0,005), pekerjaan (p=0,003), perilaku berganti-ganti pasangan seks (p=0,000) dan perilaku bergantian peralatan suntik (p=0,000). Variabel yang paling dominan yang berhubungan dengan kejadian HIV/AIDS adalah perilaku berganti-ganti pasangan seks (p=0,000).  Kepada klinik Voluntary Counseling and Testing  (VCT) untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), seperti ketepatan dan kecepatan, jaminan mutu, komunikatif dan pelayanan konseling yang lebih baik. Dukungan keluarga juga dibutuhkan bagi ODHA untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik termasuk dalam bentuk pendampimgan saat ODHA melakukan kunjungan ke VCT dan tidak mendiskriminasi ODHA karena HIV/AIDS yang mereka derita.

 

Kata kunci       : HIV/AIDS, Perilaku

 

PDF 










Komentar Via Website : 1
Pendaftaran Mahasiswa Baru
19 September 2019 - 08:50:08 WIB
Harus dicegah sedini mungkin. http://goo.gl/YuAbXF
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)